Kajian Ilmiah
Taubat Nasuha
Kembali Kepada Allah dengan Taubat yang Sesungguhnya
Pengertian Taubat Nasuha
Taubat secara bahasa berasal dari kata تَابَ – يَتُوبُ – تَوْبَةً yang artinya kembali. Secara istilah, taubat berarti kembali dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Adapun kata "Nasuha" (نَصُوحًا) berasal dari kata نَصَحَ yang berarti tulus, murni, dan bersih. Imam al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa taubat nasuha adalah taubat yang memenuhi seluruh syaratnya secara sempurna, bersih dari segala noda kemunafikan, dan dilakukan semata-mata karena Allah.
Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata tentang taubat nasuha:
"Yaitu seseorang bertaubat dari suatu dosa, kemudian ia tidak kembali kepadanya lagi, sebagaimana air susu tidak kembali ke dalam kantungnya."
Dalil Al-Qur'an dan Hadits
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya (taubat nasuha). Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."
Artinya: "Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.'"
Artinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Artinya: "Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat seorang hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya, melebihi kegembiraan salah seorang dari kalian yang berada di atas untanya di padang pasir yang luas, lalu unta itu lepas darinya dan di atasnya terdapat makanan dan minumannya. Ia pun berputus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon lalu berbaring di bawah naungannya dalam keadaan putus asa dari untanya. Ketika ia dalam keadaan demikian, tiba-tiba untanya sudah berdiri di sampingnya."
Artinya: "Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa."
Syarat-Syarat Taubat Nasuha
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Riyadhus Shalihin menyebutkan bahwa taubat yang diterima harus memenuhi syarat-syarat berikut:
Ikhlas karena Allah
Taubat dilakukan semata-mata karena takut kepada Allah dan mengharap ridha-Nya, bukan karena alasan duniawi.
Menyesali perbuatan dosa
Merasakan penyesalan yang mendalam di dalam hati atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Rasulullah ﷺ bersabda: "Penyesalan adalah taubat." (HR. Ibnu Majah)
Meninggalkan dosa tersebut
Berhenti total dari perbuatan dosa yang dilakukan, baik dosa besar maupun dosa kecil, saat itu juga.
Bertekad tidak mengulangi
Memiliki tekad yang kuat dan niat yang bulat untuk tidak kembali kepada dosa tersebut selamanya.
Mengembalikan hak orang lain (jika terkait hak manusia)
Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka wajib mengembalikan hak tersebut atau meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Keutamaan Bertaubat
Dicintai Allah
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat dan orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah: 222)
Dosa Diganti Kebaikan
Allah mengganti dosa-dosa orang yang bertaubat dengan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Furqan: 70.
Masuk Surga
Allah menjanjikan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya bagi orang yang bertaubat nasuha. (QS. At-Tahrim: 8)
Bersih dari Dosa
Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali. (HR. Ibnu Majah)
Langkah-Langkah Praktis
Berwudhu dan Shalat Taubat
Berwudhu dengan sempurna, kemudian mendirikan shalat taubat dua rakaat dengan khusyu' dan tadharru' (merendahkan diri kepada Allah).
Beristighfar dengan Sungguh-Sungguh
Perbanyak membaca Sayyidul Istighfar dan istighfar lainnya dengan penuh kerendahan hati.
Menjauhi Lingkungan Maksiat
Tinggalkan lingkungan dan teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan. Gantilah dengan lingkungan yang shalih.
Perbanyak Amal Shalih
Ganti waktu yang dahulu digunakan untuk bermaksiat dengan ibadah, belajar ilmu, dan amal kebaikan.
Berdoa dengan Penuh Harap
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Teruslah berdoa dan memohon ampunan-Nya, terutama di sepertiga malam terakhir.
Penutup
Pintu taubat senantiasa terbuka lebar bagi setiap hamba yang ingin kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah membuka pintu taubat di siang hari bagi orang yang berbuat dosa di malam hari, dan membuka pintu taubat di malam hari bagi orang yang berbuat dosa di siang hari, hingga matahari terbit dari barat.
HR. Muslim no. 2759
Maka janganlah kita menunda-nunda taubat, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Segera kembali kepada Allah dengan taubat nasuha, dan yakinlah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ