Senin, 30 Maret 2026

membangun rumaah tangga bahagia

Membangun Rumah Tangga Bahagia

Artikel Hidup Bermakna 15 menit Sangaji Nugroho, M.Pd

Disarikan dari berbagai sumber

🍃

بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولاه، ولاحول ولاقوة الابالله. أما بعد

Pasangan hidup laksana pakaian bagi tubuh, yang melindungi kehormatan dan meredam syahwat, menghijabi aurat dari kehinaan, menutupi aib, memperindah atas kekurangan, menghangatkan jiwa dari belenggu kesepian, menjadi hiburan di kala gundah gulana menyapa. Jangan sia-siakan pasanganmu, dialah yang terbaik bagimu dalam merangkai bahagia menuju Jannah. Jalani takdirmu dengan penuh sabar dan syukur bersamanya (pasanganmu), niscaya musnahlah derita. Mengimani takdir akan menghilangkan rasa sakit.

Seorang Mukmin senantiasa baik keadaannya, dengan syukur dan sabar karena mengharap pahala dari Allāh semata… Dalam segala kondisi kita tetap wajib bersabar dan bersyukur sebab kesenangan atau kesedihan adalah ujian dan ujian adalah tanda Allâh sayang...

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَ لَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

"Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu'min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya"

(HR. Muslim no. 7692)

Takdir adalah ketetapan Allãh ﷻ yang tidak bisa tertukar atau direvisi, apapun yang menimpa hidup adalah takdir yang wajib diimani. Berkeluh kesah dan meratap hanya akan menambah rentetan musibah. Sabar dan syukur dalam menjalaninya akan menghilangkan kesusahan dan menimbulkan ketenangan lahir bathin.

🍂 Pasanganmu Teman Setiamu

Banyak orang yang tidak menyadari betapa besar kebutuhannya terhadap pasangannya, baik ia sebagai suami atau isteri lakonnya. Tatkala ia telah menikah dan menjadi bagian hidup dari pasangannya maka tiada yang lebih setia menemaninya dalam suka dan duka dalam mengarungi gelombang ujian dalam biduk mahligai rumah tangga selain pasangannya.

Ketika akan tidur dan saat bangun dari tidur, orang yang selalu ada di sisimu adalah pasanganmu, apabila engkau bahagia maka pasanganmu juga tersenyum merekah, saat episode sedih melanda pasanganmu juga menangis bersama, pasanganmu merupakan pendengar setia dalam setiap kisahmu.

Pasanganmu adalah orang yang paling loyal dan mengerti serta menerima semua kekurangan dirimu tanpa pura-pura. Dia sahabatmu setiamu dalam terang dan gelapnya lembaran hidupmu, dia belahan jiwamu yang paling mengerti arti bahasa kalbumu.

HARGAILAH PASANGANMU

Sebagaimana telah diulas sebelumnya bahwa pasangan itu bak pakaian bagi tubuh. Apa-apa yang membuatnya bersih serta indah maka akan menjadikan suci dan indah yang memakainya sebaliknya apa-apa yang membuatnya kotor serta hina maka akan mengotori dan menghinakan pemakainya pula. Hiasi dan rawatlah pakaianmu agar senantiasa bersih, wangi, terjaga dan mulia. Jangan membuka aibnya dan jangan pula merendahkannya. Pasanganmu adalah cerminan dirimu, baik buruknya sebahagian besar disebabkan olehmu.

Wahai para isteri, sebanyak apapun masalah rumah tangga yang engkau hadapi tidaklah menghalalkanmu untuk menggibahi suamimu, tidak ada rukhsoh bagimu untuk berkeluh kesah kepada makhluk sesama mu apalagi curhat di status dan sosmed hingga aib rumah tanggamu tersebar bagaikan debu. Bila engkau butuh nasehat maka datanglah kepada ahli ilmu yang dirasa dapat memberikan kebaikan dan wasilah solusi bagi urusanmu namun sebelum itu kau lakukan, hamparkanlah dahulu sajadah mu dan tenggelamlah dalam munajat mu kepada Pencipta mu yang selalu mendengar semua keluh kesah dan do'a² mu. Andai tiada lagi bahu untuk bersandar, masih ada lantai untuk bersujud. Andai tiada lagi dada untuk berkisah masih ada Sang Maha Pendengar segala pinta dan keluh kesah.

Sesuatu yang engkau anggap buruk dari suamimu dan begitu kau benci mungkin hal itulah yang banyak diimpikan para wanita yang belum bersuami. Mereka begitu ingin memiliki suami yang seperti suamimu, sungguh ironis bila kenikmatan itu engkau ingkari dengan rasa benci.

Karena Allāh ﷻ telah berfirman:

وعسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللّٰهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلَمُوْنَ

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

(QS. Al Baqarah: 216)

Dan engkau para suami...

Bersabarlah dan lembutlah kepada isterimu, sungguh mereka adalah kaum yang lemah aqal dan fisiknya, ingin selalu disayang dan disanjung oleh orang yang dicintainya. Semarah apapun dirimu padanya maka tahanlah kalimat sakti (talak) yang telah Allāh ﷻ khususkan bagimu meskipun beribu kali isterimu memintanya saat ia marah. Tabiatnya seorang wanita mengatakan tidak padahal iya, ingin sendiri agar didekati, merajuk agar dipujuk, marah agar engkau mengalah, menangis agar kau tenangkan dalam pelukanmu. Semua itu bukanlah mengada-ngada belaka, itu adalah fitrahnya wanita sebagai gelas-gelas kaca karena semakin lemah ia akan menjadi semakin indah. Semakin rapuh semakin membuat hati kaum adam luluh.

Jangan menasehati isterimu dengan keras, namun jangan biarkan jika isterimu melakukan maksiat, adalah kewajibanmu membimbing dan melindunginya dari segala bentuk mafsadat sebagai imamnya. Kelak di akhirat engkau akan ditanya tentang istri mu, sudahkah engkau membimbingnya menuju Jannah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

استوصوا بالنساء خيرًا؛ فإنهنَّ خلقن من ضلع، وإنَّ أعوج شيءفي الضلع أعلاه، فإن ذهبت تقيمه كسرته، وإن تركته لم يزل أعوج فاستوصوا بالنساء خَيْرًا

"Berilah nasehat yang baik kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang yang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka jika kalian luruskan dengan keras, ia akan patah. Namun jika dibiarkan, ia akan terus bengkok. Maka berilah nasehat yang baik kepada para wanita"

(HR. Bukhari no.5186, Muslim no. 1468)

PASANGANMU BERKORBAN UNTUKMU

Wahai para isteri, jangan engkau remehkan tanggung jawab dan perjuangan suamimu untuk mencukupi kebutuhanmu agar engkau dan anak-anakmu tidak merasakan dahaga dan lapar, tidak merasakan dinginnya malam dan teriknya mentari dengan tempat tinggal layak yang suami mu perjuangkan. Beruntunglah dirimu yang setiap bulan diberi nafkah yang cukup untuk kebutuhan hidupmu dan anak-anakmu tanpa engkau harus berlelah-lelah pagi dan petang untuk sesuap nasi seperti yang dialami oleh beberapa saudari mu yang kurang beruntung.

Shohih, mencari nafkah adalah kewajiban seorang suami. Akan tetapi apakah akan ada orang lain yang bersedia dengan rela hati membanting tulang demi mencukupi nafkahmu untuk seumur hidupmu…?

Seandainya engkau ditakdirkan menjadi janda/armalah apakah lantas ada pengganti dalam hal memberi nafkah secara penuh seperti yang diberikan suami mu kepadamu…?

Sungguh engkau tidak pernah tahu betapa berat hari-hari yang dilaluinya dalam memperjuangkan nafkah mu. Hinaan, celaan, makian bahkan kekerasan fisik acap mewarnai nuansa kerjanya dan tidak jarang nyawa menjadi taruhannya. Dari itu bersyukurlah kepada Allāh ﷻ dan berterimakasihlah kepada suamimu yang telah memuliakanmu dan anak-anakmu dari kelaparan dan meminta-minta, sebanyak apapun pemberiannya, sering-seringlah mengucapkan jazaakallahu khoiron kepada suami mu.

Disunnnahkan mendoakan orang yang berbuat baik dengan ucapan "jazākallah khoiron"

Nabi ﷺ bersabda:

مَن صُنِعَ إِليهِ معروفٌ فقلَ لفاعلِهِ : جزاكَ اللَّهُ خَيْرًا فقد أبلغَ في الثَّناءِ

"Barangsiapa yang diberikan satu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan, 'Jazaakallahu khair' (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupinya dalam menyatakan rasa syukurnya"

(HR. Tirmidzi no.2167, ia berkata: "Hadits ini hasan jayyid gharib", dishahihkan Al-Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Dan wahai para Suami...

Lihatlah isteri mu yang sepenuh hati bersedia menjadi perhiasan mu, mengasuh anak-anak mu, merawat diri mu, menjaga harta mu saat engkau pergi, mendo'akan setiap langkah mu agar Allāh ﷻ mudahkan semua urusan mu. Sadarilah wahai para suami, sekuat dan semandiri apapun diri mu tetap membutuhkan sosok rapuh, lembut nan jelita yang disebut isteri sebagai tempat mu bermanja mencurahkan segala kepenatan di luar rumah, lembut tutur bahasa, indah budi pekerti dan teduh tatapannya bak tetes embun di gurun pasir.

Wahai para suami engkau tetaplah seorang "bayi berjenggot" yang perkasa di depan isteri mu, benarkan...?

Dengan menyadari besarnya pengorbanan pasangan, menghargai dan menyanjung tingginya peran masing-masing menjadikan kokoh pondasi mawaddah dalam rumah tangga, bertambah besar rasa cinta dan semakin lapang dada. Dengan ikhlas dan qona'ah akan semakin tenanglah jiwa dalam meraih ridho-Nya.

KEBAIKANNYA JAUH LEBIH BANYAK, DARI KEBURUKANNYA

Rumah tangga mana yang tidak mengalami gejolak dan prahara di dunia ini…?

Rumah tangga yang sukses bukanlah rumah tangga yang tanpa masalah, tapi yang dapat mengatasi masalah dengan hikmah. Menjadikan masalah sebagai lembaran evaluasi dalam perjalanan cinta, memadamkan api amarah dengan udzur yang berlimpah. Selalu mengingat-ingat kebaikan pasangannya dan menyadari betapa berarti kehadiran seorang pasangan bagi dirinya.

Pentingnya wujud pasangan tidaklah dirasa kecuali oleh mereka yang pernah mengalami dukanya perpisahan, berpisah karena tugas/pekerjaan, perceraian atau kematian. Cobalah tanyakan kepada mereka yang telah mengalami gelapnya lembah perpisahan sehingga masyhurlah cerita di kalangan anak muda "kalau sudah tiada baru terasa", sungguh benarlah itu semua dan bila telah dialami baru disesali.

Bila pasanganmu berbuat satu keburukan maka ingatlah dia telah berbuat 1000 kebaikan yang tiada engkau sadari, bila pasanganmu berkata satu kesalahan maka renungkanlah 1000 perkataan benar yang telah ia ucapkan, bila pasanganmu melupakan hakmu sekali maka sadarilah ia telah menunaikan banyak kewajibannya untukmu setiap hari.

Bila tersirat bosan dan jenuh kepada pasanganmu hingga timbul keinginan untuk berpisah, ingatlah selalu perjuanganmu ketika hendak mendapatkannya dahulu, ingatlah masa-masa bahagia yang telah dilalui bersama, ingatlah saat tertawa dan menangis berdua hingga sampai pada titik ini, pasanganmu adalah dia yang selalu menemanimu dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dan yang perlu engkau camkan, mungkin pasanganmu juga pernah merasakan bosan dan jenuh kepadamu, sebagaimana dia tidak sempurna begitupun dirimu. Namun dia tetap bersabar dan berusaha menjadi yang terbaik bagimu. Karena baginya engkau adalah anugerah terbaik dari Rabb nya yang harus selalu dijaga dan disyukuri.

🌹 SIMPUL YANG INDAH

Tidak seorangpun ketika menikah berkeinginan karam bahtera rumah tangganya, pastilah semuanya ingin langgeng dari dunia sampai ke Jannah. Perekat cinta antara suami isteri bukanlah wajah yang menawan dan mempesona karena wajah bisa berubah jelek, keriput dan tua, bukanlah tubuh gemulai juga gagah karena raga akan reot lemah dimakan usia, bukan juga harta dan tahta yang menyilaukan mata, perekatnya adalah ketakwaan dan keshalihan pasangan masing-masing. Mencintai karena Allāh ﷻ bertemu dan berpisah juga karena-Nya.

Perlu adanya beberapa faktor agar rumah tangga senantiasa harmonis:

  • 🔖 Cintailah pasanganmu karena Allāh ﷻ...
  • 🔖 Mensyukuri semua nikmat Allāh ﷻ...
  • 🔖 Qonaah atas apa yang telah dimiliki…
  • 🔖 Ikhlas, sabar dan ridho atas iradat Rabbul Jalaalah…
  • 🔖 Meninggalkan maksiat dan hidup dengan keta'atan…
  • 🔖 Cantik karena cinta bukan cinta karena cantik…
  • 🔖 Tampan karena cinta bukan cinta karena tampan…
  • 🔖 Mengecilkan masalah yang besar dan menghilangkan masalah yang kecil…
  • 🔖 Tidak membandingkan pasangan dengan orang lain…
  • 🔖 Selalu memberikan udzur dan berhusnudzon terhadap pasangan…
  • 🔖 Selalu saling mendo'akan kebaikan pasangan…
  • 🔖 Tidak membuka aib pasangan meskipun terhadap keluarga nya terutama orang tua nya…

Kiranya merajut simpul yang indah itu mudah, taqwa adalah aset utamanya dan sabar sebagai pondasi nya. Saling memberi dan menerima dengan lapang dada adalah bentuk muamalah yang harus ada antara sepasang kekasih halal dan semuanya itu menjadi ibadah yang besar pahalanya. Pernikahan adalah ladang ibadah dan sumber pahala yang penuh kenikmatan dan keberkahan, genggamlah erat-erat jalinannya agar tidak mudah terlepas oleh badai ujian.

Semoga kita semua diberikan pasangan yang sholih dan sholihah, dianugerahi putra putri penyejuk pandangan mata yang kelak menjadi investasi umur kedua dan pemberat hasanat di yaumil mahsyar.

وصلى اللّٰه على نبينا محمد و على آله وصحبه أجمعين واخردعوانا أن الحد للّٰه رب العالمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar