Senin, 22 Juni 2026

Segera Beramal Saleh

Khutbah Jumat - Bersegeralah Beramal Saleh

الحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Amma ba'du.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan yang sejati diwujudkan dengan kesungguhan dalam beribadah, beramal saleh, serta berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Kehidupan yang abadi adalah kehidupan akhirat. Para ulama mengatakan:

الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ

"Dunia adalah ladang untuk akhirat."

Di dunia inilah manusia menanam amalnya, dan di akhirat kelak ia akan memanen hasilnya. Barang siapa menanam kebaikan, maka ia akan memetik kebahagiaan. Sebaliknya, siapa yang menanam kemaksiatan, maka ia akan menuai penyesalan dan azab.

Karena itu Allah mendorong hamba-hamba-Nya untuk memperbanyak amal saleh selama masih diberikan kesempatan hidup.

Allah Ta'ala berfirman:

لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Artinya:

"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus: 26)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Tidak hanya memerintahkan kita untuk memperbanyak amal saleh, Allah juga memerintahkan agar kita bersegera dalam melakukannya.

Allah Ta'ala berfirman:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 133)

Dalam ayat lain Allah memuji orang-orang saleh dengan firman-Nya:

يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya:

"Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan bersegera dalam berbagai kebaikan. Mereka itulah orang-orang yang saleh." (QS. Ali Imran: 114)

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mengapa kita harus bersegera dalam beramal saleh?

Pertama, karena waktu yang kita miliki sesungguhnya hanyalah saat ini.

Hari kemarin telah berlalu dan tidak akan kembali. Adapun hari esok belum tentu kita jumpai. Kita tidak mengetahui apakah masih diberi kesempatan melihat matahari terbit esok hari atau tidak.

Karena itu, orang yang menunda amal saleh sesungguhnya sedang menyia-nyiakan kesempatan yang belum tentu datang kembali.

Kedua, karena kita tidak mengetahui halangan yang akan datang.

Bisa jadi seseorang berniat berbuat baik tetapi tertunda karena sakit, usia tua, kesibukan, musibah, atau bahkan kematian yang datang secara tiba-tiba.

Rasulullah ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا

Artinya:

"Bersegeralah melakukan amal-amal saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti gelapnya malam. Seseorang pada pagi hari beriman, lalu sore harinya menjadi kafir. Atau sore hari beriman lalu pagi harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia." (HR. Muslim)

Ketiga, karena setiap amal memiliki waktunya masing-masing.

Shalat memiliki waktunya. Puasa memiliki waktunya. Haji memiliki waktunya. Demikian pula berbagai kesempatan kebaikan lainnya. Jika waktunya telah berlalu, kesempatan itu belum tentu kembali.

Keempat, karena setiap orang memiliki kesempatan yang berbeda-beda untuk beramal.

Orang yang kaya diberi kesempatan beramal dengan hartanya. Orang yang berilmu diberi kesempatan beramal dengan ilmunya. Pemimpin diberi kesempatan beramal dengan kekuasaan yang dimilikinya.

Kesehatan, masa muda, waktu luang, kehidupan, dan rezeki yang Allah karuniakan semuanya adalah peluang untuk beramal saleh. Jangan sampai kesempatan itu dicabut sebelum kita memanfaatkannya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Keutamaan seseorang di sisi Allah tidak hanya ditentukan oleh amalnya, tetapi juga oleh kesungguhannya dalam bersegera melakukan amal tersebut. Karena itu, jangan menunda-nunda kebaikan. Lakukanlah kebaikan ketika kesempatan masih terbuka.

Ambillah pelajaran dari nasihat sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma:

إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِسَقَمِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Artinya:

"Jika engkau berada di waktu sore, jangan menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang sakitmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Bukhari)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersegera dalam kebaikan dan istiqamah hingga akhir hayat.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kembali saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah serta memperbanyak amal saleh sebelum datang masa ketika kita tidak lagi mampu beramal.

Ingatlah bahwa umur kita terbatas, sedangkan kesempatan berbuat baik tidak selalu datang dua kali. Karena itu, jadikan setiap hari sebagai ladang amal dan setiap kesempatan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

Artinya:

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS. Al-Ahzab: 56)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar